12 Jan 2014

Melatih Kebiasaan Menulis dan Manfaatnya


Menulis merupakan sebuah tanda eksistensi peradaban. Ahli sejarah menggolongkan jaman sejarah dan prasejarah berdasar temuan artefak berupa tulisan pada suatu masa. Keberadaan tulisan, membuat sejarah lebih mudah ditelusuri, dianalisa untuk kemudian dipelajari lebih lanjut. 
Sebuah peradaban yang maju biasanya ditandai dengan keberadaan dokumentasi yang baik pada zamannya. Orang-orang yang aktif memajukan ilmu pengetahuan pasti akan merasa sayang jika kemajuan pengetahuan yang saat ini terjadi tidak terdokumentasi dengan baik. Orang tentu menyadari keterbatasan umurnya, maka sangat disayangkan jika kemajuan yang sudah dicapai saat itu tidak bisa dikembangkan oleh generasi berikutnya hanya karena keterbatasan dokumentasi.
Kebebasan berekspresi dan kemajuan teknologi yang membuat hidup kita semakin praktis, harusnya bisa membangkitkan kita agar lebih membudayakan kebiasaan menulis. Di jaman awal sejarah, saat model primitif dokumentasi mulai muncul, media yang digunakan adalah batu atau dinding goa. Saat kertas mulai diciptakan,Q orang lebih mudah melakukan proses dokumentasi, tidak perlu khawatir kehabisan ruang goa kalo mau nulis dan nggak butuh tenaga besar untuk memahat batu :) Di zaman digital saat ini, teknologi yang ada menawarkan berbagai kemudahan yang lain. Isi buku sebuah perpustakaan bisa dimampatkan dalam ukuran sangat kecil. Kita nggak perlu lagi khawatir kehabisan stok media untuk menulis. Bahkan saat ini, lebih mudah menyebarluaskan isi pikiran yang kita tuangkan dalam sebuah tulisan. 
Malahan dalam beberapa hal, kebiasaan berkomunikasi lewat ucapan mulai tergeser oleh komunikasi lewat tulisan. Kalo dulu saat kongkow rame-rame bersama teman, ada celetukan "eh, ngomong apa sih kamu?". Saat ini acara kongkow tersebut dapat terjadi melalui dunia digital melalui apa yang sering kita sebut "group chat". Ungkapan "eh, ngomong apa sih kamu?" rasanya lebih pas kalo diganti "eh, nulis apa sih kamu?"...ungkapan "kesleo lidah" diganti dengan "kesleo jari"...dan masih banyak ungkapan lainnya. 
Kebiasaan menulis tersebut mungkin akan lebih baik jika kita latih dan kita isi dengan berbagai materi yang bermanfaat, apapun itu yang ada dalam pikiran kita. Latihan mengemukakan ide melalui rentetan kata agar enak dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca. Blog inipun sebetulnya salah satu upaya untuk "memaksa" saya agar mau menulis. 
Untuk memulai sebuah kebiasaan biasanya akan lebih mudah jika kita mengetaui nilai penting kebiadaan tersebut. Dalam hal kebiasaan menulis, ada beberapa poin yang saya jadikan motivasi agar saya mau menulis. 
Memaksa saya agar gemar membaca. Sebelum melakukan aktifitas menulis tentunya butuh bahan untuk ditulis, agar bahan tulisan lebih variatif dan berbobot tentunya membutuhkan variasi data. Agar bisa memperoleh variasi data tentunya kita harus mau membaca. Membaca dalam hal ini bukan hanya membaca tulisan aja, termasuk dalam hal ini membaca realitas yang tak tersurat :) 
Membantu kita merekam berbagai hal yang terjadi di sekeliling kita. Bagi orang yang memiliki kebiasaan pelupa (seperti saya, hehehe) tulisan sangat membantu dalam hal pengumpulan remah-remah ide atau pengetahuan yang pernah saya temukan. Jika sewaktu-waktu butuh, paling tidak ada catatannya, gitu. 
Bermanfaat dan bernilai pahala. Saat kita memiliki sebuah ide yang itu positif bagi pribadi dan memiliki manfaat, secara manusiawi kita ingin orang lain juga merasakan manfaat itu. Pada dasarnya setiap manusia memiliki naluri ingin menyelamatkan sesama. Sebuah contoh sepele: saya beberapa kali diperingatkan oleh orang yang tidak saya kenal ketika saya lupa membetulkan posisi standar samping motor. Tulisan kita tentu akan bernilai pahala, ketika ada orang lain yang juga merasakan manfaat setelah membaca tulisan tersebut. Berarti melalui tulisan tersebut kita juga bisa menolong sesama :) 
 Jadi....nggak ada salahnya memulai kebiasaan menulis :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar