29 Des 2011

Bubur Merah Selamatan Weton



Sepiring bubur merah siap disantap :) ...
Selamatan - orang Jawa mengatakan “bancakan” - weton dilakukan tepat pada hari weton. Weton merupakan kombinasi hari penanggalan masehi dan hari penanggalan Jawa. Kalau penanggalan masehi punya hari Minggu – Sabtu, penanggalan Jawa mengenal istilah “pasaran” yang terdiri dari: Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.

Misalkan seseorang yg terlahir pada tanggal 1 Januari 2012, maka, menurut penanggalan Jawa, ia memiliki weton Minggu Wage. Jadi tiap Minggu Wage bisa dilakukan bancakan.
Mengapa dilakukan bancakan? Menurut pemahaman orang Jawa, tiap2 orang memiliki “pamomong” (penjaga dalam bentuk metafisik, tentunya). Masih menurut pemahaman Jawa, pamomong ini senantiasa memberikan tuntunan ke arah kebaikan,.. hhmmm, apa mungkin seperti super-ego nya Sigmund Freud, yah, hehehe... Nah, cilakanya yang “diemong” alias manusianya, cenderung menuruti hawa nafsu dan melawan tuntunan sang penjaga. Kalo keseringan ngga dituruti, penjaga ini lama-lama ngambek dan ngga mau ngurus kita lagi. Akibatnya kita manusia akan jadi lepas kendali, sering apes bertindak laku semaunya, lah. Untuk menjaga keselarasan hubungan antara si penjaga dengan yang di jaga maka dilakukanlah bancakan.

Setelah melongok sedikit tentang pemahaman orang Jawa... Lha, sekarang kita bahas bahan dan bagaimana bikinnya.... Bubur ini sebagian besar bahannya didominasi oleh beras. Daun pandan sebagai penyedap dan penambah aroma harum, garam, santan kental, gula merah, dan tentu saja air buat memasaknya.

Sekarang cara pembuatannya. Beras dicuci terlebih dulu, rendam dalam air selama 15 menit, lalu tiriskan. Masak beras, garam, daun pandan dan air hingga seperti kata pepatah “Nasi terlanjur jadi bubur”. Karena maunya memang bikin bubur, tambahkan santan kental, aduk rata, masak sampai kental.

Sebagai pewarna bubur, masak gula merah (gula kelapa) dengan air sampai gula larut serta mengental, kemudian disaring. Ambil sebagian bubur yang hendak diberi warna merah, sesuai selera. Kalau bubur warna merahnya ingin lebih banyak, maka ambillah dengan porsi yang lebih besar. Lalu dicampur dengan air gula, diaduk rata, dimasak sampai bubur tercampur rata dengan air gula dan mengental.

Tuang bubur merah dalam piring, dikombinasikan dengan bubur putih. Bubur merah lebih dulu, baru kemudian bubur putih dituang di atasnya dengan porsi yang lebih sedikit, atau mungkin dibalik juga ngga masalah... dan bubur siap disajikan. 



Merahnya ... gula jawa

Oh, iya... ternyata di dalam bubur merah ini terdapat sesuatu yang istimewa... bukan apa-apa dan jangan berpikir yang aneh-aneh... gula jawa alias gula merah yang digunakan untuk pembuatan bubur ini memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan gula pasir biasa. Gula jawa memiliki rasa manis dan lebih lezat, mengandung garam mineral, kandungan gula yang jauh lebih kecil, mengandung nutrisi seperti: Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan vitamin C, dapat digunakan untuk terapi asma, kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan mempercepat pertumbuhan anak, bagus untuk mengobati batuk demam, bagus utuk makanan awal bagi orang yang terkena penyakit typhus, mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, membantu pertumbuhan gigi kuat, serta mempunyai khasiat seperti madu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar