24 Mei 2013

Odong-odong dan Lagu Anak


Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia


Syair lagu barusan diiringi music ceria plus suara lucu si penyanyi pasti membikin kita tersenyum. Tersenyum sambil ingat odong-odong dan sekumpulan anak kecil lucu di atasnya. Kemunculan odong-odong di satu sisi bisa jadi merupakan hasil inovasi keterbatasan ekonomi. Bagi orang tua yang nggak ada biaya ke taman bermain atau bagi ibu yang sibuk banting tulang sambil mengasuh anak, keberadaan odong-odong bisa jadi alternatif hiburan buat anak tercinta. Bagi sang pengayuh, bisa jadi merupakan alternatif pekerjaan saat nggak ada borongan jadi kuli bangunan atau bisa jadi inilah pekerjaannya.

Manfaat lain yang dimiliki operator odong-odong adalah kesetiaan mereka memutar lagu anak. Saat para pemerhati anak berteriak menuntut kepedulian pemilik modal showbiz untuk meramaikan khasanah lagu anak, para operator odong-odong senantiasa setia memutar lagu anak keliling kampung.

Para orang tua hendaknya berterima kasih kepada mereka, para operator odong-odong, tanpa jasa mereka, bisa jadi anak-anak hanya akan mengenal lagu cinta orang dewasa - yang bisa jadi bercerita nikmatnya berkhianat (selingkuh atau mendua) - bisa jadi bercerita kacau balau, carut marut, galau, resah, kehampaan hidup, kiamat hanya karena baru putus dengan pacar.

Namun bagaimana juga, lagu-lagu anak yang senantiasa penuh semangat, keindahan, dan nilai positif butuh sentuhan lebih dari para pemilik modal dan penguasa media. Nggak bisa kalo cuma mengandalkan para operator odong-odong. Mereka sudah terlalu susah memikirkan keterbatasan kondisi mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar